Tampilkan postingan dengan label ABOUT GRUNGE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ABOUT GRUNGE. Tampilkan semua postingan
Biografi Cupumanik

Biografi Cupumanik

Desember 06, 2015 0

ΘCUPUMANIK- Di tahun 1996 Grup Band Cupumanik terbentuk, Che (vocal) dan Iyak (bass) yang pertama menemukan dan mendirikan band ini.

Cupumanik-mnpg.jpg

Saat terbentuk pada tanggal 25 Oktober 1996, Bandung kota yang ditakdirkan untuk mempertemukan para personelnya dan membesarkan band ini. Pada awal kemunculannya di kota Kembang Bandung, Cupumanik tampil sebagai band cover song lagu-lagu semacam: Pearl Jam, Stone Temple Pilots, Soundgarden, Bush, Live, Silverchair, Foo Fighters sampai Alice in Chains. Tepat ketika musik grunge sedang bergulir di era itu, Cupumanik mulai dikenal sebagai bintang tamu di banyak acara musik grunge, sebut saja acara grunge pertama dan terbesar di Bandung yang sangat fenomenal yaitu “Grungy”, di event tersebut Cupumanik menarik banyak perhatian dari publik musik Bandung. Setelah itu mulailah merambah job manggung ke kampus-kampus, pensi, off air radio dan cafe yang sengaja membuat event seperti “99% Grunge”, “Seattle Sound Nite”.

Di tahun 1999, Cupumanik sudah mulai mengenalkan musik mereka sendiri, mereka sudah mulai memiliki keinginan kuat untuk mencari bentuk dan identitas musikal mereka. Lagu yang pertama kali diciptakan adalah berjudul Kuyup, sebuah penjelajahan musikal yang sangat blues dengan lirik yang sangat personal, mengenai deskripsi estetika sex. Lagu kedua yaitu Tentang Abu-Abu, sebuah lirik instrospektif mengenai diri yang sedang “high” tiba- tiba tersadar mendengar senandung adzan magrib. Lalu Aib sebuah lagu yang tercipta karena sebuah kondisi nyata seorang teman wanita yang dibuang keluarga dengan kisah hamil di luar nikah. Lagu Aib- lah yang membuat band ini makin dikenal, setelah lagu ini masuk ke dalam chart indie di radio.

Di tahun 2001, band ini makin menemukan bentuk musikalnya, fondasipun semakin kuat didukung personel yang makin solid setelah berganti-ganti personel sebelumnya. Che dan Iyak akhirnya menemukan Rama (gitar), Eski (gitar) dan Dony (drum). Single Maha Rencana di-publish oleh salah satu majalah sub culture bernama Ripple, dalam sebuah kaset dari bonus majalah mereka. Single Maha Rencana-lah sebuah tiket menuju scene music Bandung yang sangat heterogen dan besar persaingannya. Rencana untuk merilis album sendiri dengan jalan independen akhirnya buyar setelah ada tawaran dari label major Sony Music, tawaran pertama dari mereka adalah membuat split album, side A CUPUMANIK dan side B adalah band Jakarta SAINT LOCO. Tawaran itu ditolak Cupumanik, tak lama setelah lobby-lobby panjang dengan Sony Music, label major lokal Aquarius Musikindo langsung menawari mereka full album di bawah bendera Pop Music/Aquarius. Tahun 2004 Cupumanik resmi bergabung dengan Aquarius untuk 2 album.

Debut album major bertitel Cupumanik akhirnya rilis secara nasional pada April 2005. Dengan single pertama Maha Rencana. Sebelum rilis album, di tengah-tengah masa rekaman album, Cupumanik melakukan rangkaian tour bersama band alternative /RIF yang juga asal Bandung, tour 5 kota di mulai dari kota Surabaya, berlanjut ke Malang, Yogyakarta, Cirebon dan berakhir di Jakarta. Di tahun 2005 akhir, band ini masuk kedalam album soundtrack film “Dealova” dengan single Perkenankan Aku Mencintainya, sebuah lirik yang memaparkan hubungan pelik sepasang kekasih yang berbeda agama. Single kedua dengan judul Bukan Saat Ini diluncurkan di akhir 2006, dan lagu ini pun masuk sebagai soundtrack film layar lebar “Ada Aku Kamu Ada”, di bulan Mei 2008. Konsep “Love, Live and Empatyhy” menjadi tag line atau slogan yang sengaja dihembuskan kepada publik dan media sebagai sebuah slogan representatif atau gambaran lirik-lirik yang terkandung di album pertama mereka. Media bahkan menyebut mereka sebagai “sebuah band empathy rock”, “Band Grunge dari Bandung” dan ungkapan lain dari media seperti “Seattle Rock on Acid”.

Publik grunge lokal, komunitas grunge di Jakarta, Bandung, Palembang, Cirebon, Bogor mengundang show mereka atas nama musik grunge, dan Cupumanik berkali-kali tampil sebagai headline dalam acara grunge seperti “Pearl Jam Nite” dengan sambutan yang sangat baik. Saat ini Cupumanik sedang mengumpulkan materi album kompilasi yang akan diproduksi oleh PMI (Palu Musik Indonesia), sebuah label milik Pay BIP. Album itu akan diramaikan oleh Pay BIP, The Flowers, Private Harmony dan beberapa band dari komunitas Vacuum Noise, sebuah komunitas musik dari band-band yang pernah diproduseri Pay. Album kedua akan digarap setelah proyek kompilasi di pertengahan 2009, yang rencananya akan di produksi dengan jalan independent. Karena Cupumanik sudah dalam proses resign dengan label Aquarius. Tema lirik masih di seputar sikap personal dan reaksi terhadap keadaan politik, memperjuangkan mimpi, gumpalan kemarahan atas kondisi pembodohan karya, relasi sosial dan pengalaman metafis transendental. Musik masih akan kental nuansa grunge, blues, modern rock dan sentuhan rock N roll. "Motivasi terbesar kami ingin segera merilis album kedua adalah untuk para Cupumaniak dan mengembalikan spirit musik grunge seperti saat pertama kali kami muncul" Begitulah Iyak sang bassist menjelaskan ambisinya dalam sebuah interview. Cupumaniak adalah sebuah istilah atau sebutan bagi fans mereka di berbagai daerah. Kabarnya management Cupumanik mengelola fans mereka dalam sebuah wadah klub ngobrol yang bernama ISI (Interaksi Hati) yang jumlahnya semakin bertambah.

ΘPersonel CUPUMANIK :

»Dony Setiawan - Drum

»Eski Mulya Gunawan - Gitar

»Muhammad Riyad a.k.a Iyak - Bass

»Candra Hendrawan Johan a.k.a Che - Vocal

PEARL JAM

PEARL JAM

Desember 06, 2015 0

ΘPEARL JAM

12120236_790110051098799_1587984183_n.jp

Pearl Jam terbentuk di Seattle, Washington pada tahun 1990 oleh gitaris band “Green River”, Stone Gossard dan bassis-nya, Jeff Ament. Setelah Green River pecah, kedua orang ini membentuk sebuah band baru bernama “Mother Love Bone” bersama seorang vokalis flamboyan, Andrew Wood. Tapi menjelang rilis album mainstream yang pertama, sang vokalis Andrew Wood meninggal dunia karena over dosis heroin.

Kemudian untuk meneruskan karir bermusiknya, Gossard dan Ament merekrut seorang gitaris, Mike McCready yang notabene adalah teman satu almamater Gossard di SMA. Lalu ketiga-nya membuat beberapa demo lagu dibantu oleh drummer band “Soundgarden”, Matt Cameron.
Untuk mengisi posisi vokalis, mereka mengirimkan rekaman-rekaman demo tersebut kepada seorang remaja San Diego bernama Eddie Vedder melalui mantan drummer “Red Hot Chili Peppers”, Jack Irons (yang juga sempat menjadi drummer Pearl Jam).

Kemudian Vedder mengisi tiga buah lagu dalam demo itu, sebuah mini opera yang dikenal dengan “Mamasan Trilogy” (yang kemudian menjadi lagu Alive, Once dan Footsteps). Vedder pun kemudian harus terbang ke Seattle untuk menjalani rehearsal untuk calon band barunya. Setelah menjalani beberapa rehearsal Vedder pun resmi menjadi anggota band. Dan band ini di beri nama “Mookie Blaylock” (merujuk pada nama bintang NBA saat itu). Tapi karena permasalahan legalitas, nama band kemudian di ganti Pearl Jam.

Tepat sebelum mereka menandatangani kontrak dengan Epic Records. Album Pertama Pearl Jam, “Ten” dirilis pada tahun 1991 dan langsung melejit sebagai ikon musik rock alternatif di Amerika. Tahun 1993 Pearl Jam kembali merilis album bernama “Vs” dan mempopulerkan sejumlah lagu, di antaranya : Daughters, Go dan Rearviewmirror.
Album ke- tiga, “Vitalogy” dirilis setahun kemudian, yang sekaligus menjadi album terakhir bersama drummer Dave Abruzzese. Posisi drummer kemudian di gantikan oleh mantan drummer “Red Hot Chili Peppers”, Jack Irons.

Tahun 1994 juga menjadi tahun yang bersejarah dalam musik rock, ketika Pearl Jam mengeluarkan antitrust dugaan monopoli yang dilakukanoleh promotor konser, Ticketmaster. Tapi akhirnya perkara ini dimenangkan oleh Ticketmaster dan membuat Pearl Jam tidak bisa tampil di venue besar di seluruh Amerika. Album ke-empat “No Code” dirilis pada tahun 1996. Secara penjualan, album ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan album- album sebelumnya. Hal ini di sebabkan juga oleh turunnya pamor musik Grunge saat itu. Dua tahun kemudian, album ke-lima “Vield” dirilis. Album ini sekaligus menjadi album terakhir bersama drummer Jack Irons yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Posisi drummer kemudian di isi oleh Matt Cameron, mantan drummer “Soundgarden” sampai sekarang. Bersama Matt, Pearl Jam telah merilis tiga buah album. “Binaural” pada tahun 2000, “Riot Act” pada tahun 2003 dan yang terakhir “Pearl Jam” pada tahun 2006. Selain album studio, Pearl Jam juga merilis beberapa album kompilasi dan rekaman konser- konser mereka. Tahun 1999 mereka merilis album “Live on Two Legs” yang berisi rekaman tur tahun sebelumnya. Pada tahun 2000 mereka merilis lebih dari 70 rekaman konser mereka di Amerika dan Eropa dalam format Audio CD. berikutnya tahun 2003, mereka juga merilis album konsernya dari tur di Amerika, Asia dan Australia. Selain itu mereka juga merilis satu album konser akustik “Live At Benaroya Hall”.

Tahun 2005 dan 2006 Pearl Jam merilis album konsernya dalam format digital yang bisa dibeli dan di download langsung dari situs resminya, PearlJam.com. Lalu tahun 2007 mereka kembali merilis album konsernya “Live At The Gorge”. Album ini berisi kompilasi rekaman konser mereka selama tahun 2005-2006 di Gorge. Pearl Jammerupakan salah satu band rock alternatif yang paling berhasil di tahun 1990-an. Pearl Jam juga dianggap sebagai pelopor musik Grunge dan menjadi salah satu icon dalam empat besar “Godfather of Grunge” bersama “Alice in Chains”, “Nirvana” dan “Soungarden”.

ΘPersonil :

»Eddie Vedder (lead vocals, guitar) 1990-sekarang
»Mike McCready (lead guitars) 1990-sekarang
»Stone Gossard (rythm guitars) 1990-sekarang
»Jeff Ament (bass) 1990-sekarang
»Matt Cameron (drums) 1998-sekarangc

ΘMantan Personil :

»Dave Krusen (drums) 1990-1991
»Matt Chamberlain (drums) 1991
»Dave Abruzzese (drums) 1991-1994
»Jack Irons (drums) 1994-1998

ΘPersonil Tambahan :

»Kenneth “Boom” Gaspar (keyboard) 2001-

ΘAlbum :

Ξ Ten (1991)
Ξ Vs. (1993)
Ξ Vitalogy (1994)
Ξ No Code (1996)
Ξ Yield (1998) Binaural (2000)
Ξ Roit Act (2002)
Ξ Pearl Jam (2006

Sedikit profil tentang Nirvana

Sedikit profil tentang Nirvana

Desember 06, 2015 0

ΘKurt Donald Cobain (20 Februari 1967 – 5 April 1994)

090218-kurt-cobain-1.jpg
adalah penyanyi, penulis lagu dan gitaris dalam band grunge dari Seattle, Nirvana. Dengan sukses band ini, Cobain menjadi selebriti nasional dan internasional, suatu posisi yang disandangnya dengan berat hati. Pada 1991, melejitnya lagu Cobain yang paling terkenal, Smells Like Teen Spirit, menandai bermulanya perubahan besar dalam musik pop dari jenis musik yang populer di tahun 1980- an seperti glam metal, arena rock, dan dance-pop, kepada grunge dan alternative rock. Selain itu lagu-lagu tulisan Cobain lainnya misalnya About a Girl, Come as You Are, In Bloom, Lithium, Heart-Shaped Box, All Apologies, dan Rape Me.

Cobain menikah dengan Courtney Love pada 24 Februari 1992 di Waikiki, Hawaii. Pada 18 Agustus, 1992, Frances Bean Cobain dilahirkan. Pada 1 Maret 1994, setelah konser di München, Jerman, Cobain didiagnosa dengan bronchitis dan laryngitis yang parah. Ia diterbangkan ke Roma hari berikutnya untuk menjalani pengobatan, dan istrinya bergabung pada 3 Maret. Pagi berikutnya, Love bangun dan menemukan Cobain sudah overdose dengan paduan dari champagne dan Rohypnol. Ia dilarikan ke rumah sakit dan setelah lima hari di sana diperbolehkan pulang. Karena masalah drugs ini, Cobain dimasukkan ke panti rehabilitasi pada tanggal 30 Maret. Pada malam 1 April, Cobain keluar untuk merokok dan kemudian kabur dari panti tersebut dengan memanjat pagar. Ia kemudian pergi ke Seattle dan menghilang. Pada tanggal 3 April, Love menghubungi seorang private investigator, Tom Grant, dan menyewanya untuk menemukan Cobain. Pada tanggal 8 Aprll 1994, jenazah Cobain ditemukan di sebuah ruangan di atas garasi rumahnya di Lake Washington oleh pegawai Veca Electric bernama Gary Smith. Otopsi kemudian memperkirakan Cobain tewas pada 5 April 1994. Kurt Cobain tetap diingat dan memberikan inspirasi kepada para fans setianya, pada 13 Mei 2010 - 6 September 2010, Seattle Art Museummenggelar pameran bertemakan "Kurt" untuk memberikan penghormatan.

ΘKrist Novoselic (lahir nama lengkap Krist Anthony Novoselic II 16 Mei 1965)

tumblr_mmwsre8Kxe1qf2twwo1_1280.jpg
, adalah musisi rock yang pertama melejit sebagai pemain instrumen musik bass kelompok Nirvana. Setelah Nirvana bubar karena vokalis Kurt Cobain meninggal, ia bergabung dengan kelompok band Sweet 75, Eyes Adrift, dan terakhir dengan Flipper, dimana ia juga memainkan instrumen musik bass.
Selain dalam bidang musik Krist Novoselic juga terjun dalam bidang politik. ia aktif dalam JAMPAC(Joint Artists and Musicians Political Action Committee), ia juga menerbitkan buku yang berjudul Of Grunge and Government: Let's Fix This Broken Democracy pada tahun 2004, buku ini sebagian berisi diskusi tentang kelompok band Nirvana yang dikenal dunia sejak pada awal tahun 90an, dimana ia pernah bergabung, dan alasan ia terjun dalam dunia politik.Sejak bulan November tahun 2007, Krist Novoselic telah menulis kolom dalam bidang musik dan politik pada situs Seattle Weekly.

ΘDave Grohl (lahir 14 Januari 1969 di Warren, Ohio, Amerika Serikat)

dvaegrohl9.jpg
, nama lengkap David Eric Grohl, adalah musisi rock yang pertama melejit sebagai drummer kelompok Nirvana.

Setelah Nirvana bubar karena vokalis Kurt Cobain meninggal, ia membentuk Foo Fighters di mana ia memainkan gitar dan menjadi vokalis utama.

Sejarah musik GRUNGE

Sejarah musik GRUNGE

Desember 05, 2015 0
5063574_20130425032757.jpg

Bermacam peristiwa besar tergelar hingga tercatat bukan hanya dalam tinta emas tapi menjadikan sejarah yang memiliki arti.
Tak kecuali yang berlaku dalam sejarah musik pop. Saat The Beatles tampil di Cavern CLub (1962), Bob Dylan di Newport (1965), Jimi Hendrix di Woodstock (1969) adalah antara lain peristiwa-peristiwa itu, dan saat Nirvana merilis album In Utero, pada September 1993, kata seorang eksekutif dari Geffen Record. In Utero? Kenapa justru nggak saat Nirvana merilis album Nevermind (Oktober 1991) yang laris jutaan copies itu?
Nevermind memang jadi pembuka jalan. Tapi In Utero jadi bukti. Bukti bahwa Grunge (baca:granch) sebagai alternatif rock punya nilai jual sama tinggi dengan corak musik lainnya dalam industri musik dekade ini. Terjual diatas 3 juta copies (di pasar Amerika saja, Juni’94), In Utero jadi bukti, bahwa grunge bukan hanya geraman sesaat. Tapi makin melaju, menggerung tak terbendung sepak terjangnya di blantika rock dunia.

Grunge “mahluk” apa ini?
layaknya musik, tak satupun definisi yang bisa mematok arti sebenarnya dari grunge ini. Ia bisa berarti sesuatu yang seenaknya, ketidakteraturan, antipola, bahkan kesederhanaan, atau malah bunyi memekakan laksana teriakan babi?
Apalah mau disebut. Toh semua bisa saja dipaskan. Yang pasti, grunge jadi salah bentuk yang mengemohi kemapanan dalam pergaulan rock. Ia menawarkan pilihan lain dari sebangsanya hardrock, heavymetal yang dianggap sudah kelewat kuno. bahkan sementara punk rock yang dianggap sudah kehilangan semangat. Dan datanglah grunge memberi alternatif.

“AWALNYA ADALAH BUNYI, DAN JADILAH MUSIK. AWALNYA ADALAH PERISTIWA, DAN JADILAH SEJARAH”

Sebagian literatur menyebutkan grunge lahir sejak era jayanya punk ditahun 70-an dan bermuara di Minneapolis, dan sejak tahun 80-an mulai bergerak kekawasan pantai barat laut (northwest) Amerika. Dengan musik nyaris minus sound effect, kecuali suara gitar yang sangat kasar, musik grunge dinilai banyak kritisi musik tak lebih dari Rock n’Roll minus attribut.
Apakah attribut yang dimaksud adalah jaket kulit, rambut kaku ber-hair spray, kalung gelang metal, kostum mengkilat, atau lampu warna warni dan kembang api di panggung konser? Mungkin iya. Tapi, grunge toh nggak lahir dengan sendirinya. Ia bisa tidak sama dengan hardrock atau heavymetal. Namun dia adalah anak dari hardrock era 70-an (diantaranya musik yang dibawakan macam KISS, Black Sabath, AC/DC pada saat itu) yang berpasangan dengan punk rock (diantaranya seperti yang diusung Sex Pistols atau Ramones).

Pengertian model begini, mungkin jadi lebih gampang diterima. Karena melacak jejak berdasarkan sejarah perjalanan mungkin lebih memperjelas. Toh tak satupun musik yang mau di- kubu-kan, atau dikotak-kotakkan. Tapi yang kemudian jadi pertanyaan dengan tanda tanya besar, apakah setelah grunge menjadi genre tersendiri, atau setelah grunge menjadi salah satu roda penggerak industri musik, masihkah juga pantas sebagai alternatif?

Layangkan saja pandangan ke Seattle dinegara bagian Washington sana. Pasang saja telinga mulai dari kawasan pantai barat sampai dengan ke west coast di Amerika sana. Siapa yang bisa menyangkal besarnya grunge. Hingga ia pun -suka atau tidak- sudah menjadi pola, melahirkan keteraturan.
Dan NIRVANA memang tidak sendiri. Sekedar menyebut nama Pearl Jam, Alice In Chains, Soundgarden, Mudhoney adalah mereka yang telah mengecap manisnya madu industri musik lewat musik ini. Dan Seattle pun maki sah saja jadi kiblatnya grunge. Seperti menyebut hal yang sama dengan Nashville untuk country, New Orleans untuk blues atau hardrock/heavymetal untuk LA. Pdahal ketika tahun ’88 saat Mudhoney merilis single Touch Me I’m Sick, cuma 2 bar dan 1 klab kecil di Seattle yang mau memutarnya.

Artinya, Seattle sendiri belum bisa menerima musik semodel yang diusung Mudhoney. Kondisi seperti ini tentu saja bikin ngeri sebagian rocker di Seattle. Makanya mereka pun hijrah dari Seattle. Sebut aja The Blackouts, group yang mengusung punkrock ini cabut ke chicago dan di kemudian hari dikenal dengan Ministry. Lantas gitaris Duff Mckagan keluar dari Ten Minute Warning, dan berangkat ke Los Angeles, lantas mengkilap sebagai pembetot bas Guns N’Roses.

Tapi itu semua kisah lama dan semua berubah dengan cepat. Seattle jadi tujuan utama banyak group-group rock asal LA datang ke kota itu.Jangan ditanya kiprah media massa khusus musik, mereka mengakat profil Seattle sebagai laporan utamanya,dan akhirnya banyak perusahaan- perusahaan rekaman besar, jaman perburuan emas pun sudah dimulai.
Dan istilah baru pun lahir “Seattle Sound”. Inilah istilah yang menunjuk pada warna musik rock yang diusung grup-grup asal atau jadi besar di Seattle. Karakteristik Seattle sound inilah aplikasi dari grunge (yang juga merupakan istilah) bahkan dengan garis batas yang nyaris makin besar hingga hampir semua grup digolongkan mengusung Seattle sound. Mau diang yang bernama The Melvins, Ten Minute Warning, U-Men, Soundgarden, Skin Yard, Screaming Trees, TAD, Nirvana, Mudhoney, Mother Love Bone, Alice In Chains, Pearl Jam, Hole, dan masih banyak lagi tuh.

Tapi lembaran awal grunge sebetulnya dibuka oleh Jimi Hendrix,â€klaim satu literatur. Yeah, mungkin saja. Yakni ketika Hendrix masih berumur 11 tahun (1953), saat itu ia menyiram cairan ke sekujur gitar dan menyetel volume amplifier sampai ke angka maksimum.
Namun tabir blantika grunge mulai terbuka pada tahun 1986, ketika album kompilasi Deep Six dirilis. Di album itu tampil antara lain Soundgarden, Green River, juga The Melvins. Kami main bareng, kami bincang-bincang, apa yang kami suka juga yang kami benci,†kenang Chris Soundgarden Cornell. Begitu bebas, begitu lepas, itulah cerminan yang terpantul dari sikap bermusik para pengusung grunge. Termasuk menempatkan bermusik sebagai hobi belaka bukan untuk merangguk uang.

Artinya mereka cukup senang jika masuk rekaman lalu diedarkan oleh perusahaan rekaman kecil dan tidak peduli mau laku atau tidak. Tapi perjalanan waktu pun membuat keropos tiang- tiang prinsip. Sebagian pengusung grunge mulai yakin bahwa musik bisa menjadi penopang hidup. Seperti yang diproklamirkan pertama kali oleh Jeff Ament, Stone Gossard, dan Andy Wood.
Namun komunitas rock di Seattle tak gentar. Mereka lantas memproduksi album memori Temple of the Dog. Di album ini pun hadir Chris Cornell, teman sekamarnya Wood. Oh…ya, Jeff Ament dan Stone Gosard di kemudian hari berkibar lewat Pearl Jam.

“AWALNYA ADALAH POPULARITAS, DAN JADILAH NIRVANA YANG TERATAS. AWALNYA ADALAH PUTUS ASA, DAN JADILAH KURT COBAIN MELEDAKAN KEPALA”

Kurt Cobain gitaris, vokalis sekaligus tonggak Nirvana ditemukan tewas 8 April 1994 sekitar pukul 9 pagi dirumahnya di Seattle. Dan bendera setengah tiang pun dikibarkan dipuncak grunge. bahkan bisa jadi untuk blantika musik pop dunia. Tapi, Seattle Sound tak akan pernah redup, grunge tak akan berhenti menggerung. !!!

SALAM GRUNGE,,,HARGA MATII !!

Dari berbagai sumber.